Sabtu, 31 Juli 2010

REKAYASA RIYA

 by Admin

Kita sering kali terpesona oleh penampakan-penampakan lahiriah yang ditangkap oleh mata kita. Begitu pula jika kita ingin mempengaruhi orang lain, kita selalu merekayasa penampilan atau penampakan lahiriah kita. Yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah upaya manusia untuk mengatur penampakan lahiriahnya supaya dinilai orang lain bahwa dia adalah orang alim atau orang saleh yang dekat dengan Allah swt. 
Upaya rekayasa itu didalam islam disebut dengan riya. Riya berasal dari kata ra’a yang berarti melihat. Secara harfiah riya berarti mengatur sesuatu agar dapat dilihat oleh orang lain. Riya adalah mengatur perilaku kita agar dapat dillihat oleh orang lain dan tujuan akhirnya,agar orang lain itu dapat menyimpulkan bahwa kita orang saleh. Bagaimana jika kita mengatur penampakan (appearance) kita bukan untuk dinilai senagain orang saleh,melainkan agar dinilai sebagai orang kaya? Hal itu tidak disebut riya karena yang ingin kita ciptakan bukan citra orang saleh, melainkan citra orang kaya. Hal itu tidak apa-apa jika tidak dilakukan secara berlebihan. Mengatur penampilan kita dalam sebuah wawancara kerja,supaya kita diterima, tentu saja tidak merupakan suatu dosa.

Jumat, 30 Juli 2010

BERSEGERALAH BERTOBAT

 by Admin
Ibnul Qayyim al-Jauziah, mengatakan tak layak seorang hamba, menunda-nunda dalam melakukan taubat. Melakukan taubat dari dosa merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Tidak boleh ditunda. Apabila seseorang menundanya, melakukan penundaan berarti ia telah melakukan pelanggaran.

DEFINISI OPERASIONAL ATAS IMAN


by Admin 
Iman sebagai sebuah keyakinan sering kali dikatakan atau dirasakan mengalami penurunan ataupun peningkatan. Walaupun ada beberapa kepercayaan yang mempercayai bahwa keimanan seseorang itu stagnan atau mandeg atau tidak turun naik seperti gelombang laut, namun saya akan mengabaikan keyakinan iman seperti ini. Secara umum, terutama dari masyarakat indonesia, sejauh pengalaman danpengetahuan saya, memegang keyakinan bahwa iman itu mengalami penurunan ataupenaikan.Iman yang sering di definisikan sebagai kepercayaan terhadap “sesuatu”merupakan sebuah keyakinan diri. Iman kemudian akan memberikan suatu emosional turunan atas aspek keimanan itu sendiri. Seperti contohnya ketika seseorang meyakini bahwa seseorang itu merupakan orang suci yang wajib dan harus diikuti setiap perbuatan dan perkataan, maka iman kepada kesucian “seseorang” akan membawa konsekuensi pada perilaku “pemilik iman” untuk mengkuti perilaku “orang yang disucikan”.

RAHASIA DI BALIK BESI

by Admin
Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur'an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti "besi", kita diberitahu sebagai berikut:
"…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ...." (Al Qur'an, 57:25)
Kata "anzalnaa" yang berarti "kami turunkan" khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni "secara bendawi diturunkan dari langit", kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.
Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.
Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut "nova" atau "supernova". Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.
Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan "diturunkan ke bumi", persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur'an diturunkan.